MATAKULIAH "PROJEK PERANGKAT LUNAK" UNTUK MENGATASI KESENJANGAN TEORI DAN PRAKTIK PEMBANGUNAN PERANGKAT LUNAK

Siti Rochimah

Abstract


Kemajuan teknologi pada dekade kini menunjukkan bahwa pemanfaatan peralatan elektronika seperti personal komputer, pembangkit kontrol manufaktur, dan peralatan otomatisasi lainnya menjadi semakin penting dan dominan. Perangkat lunak sebagai komponen inti pada peralatan-peralatan tersebut menjadi semakin dominan posisinya di dalam mekanisme sistemnya.

Kegiatan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang terstruktur dan terencana dengan baik dalam rangka membangun suatu sistem perangkat lunak mutlak diperlukan untuk menghasilkan produk perangkat lunak yang berkualitas tinggi. Kurikulum Nasional untuk Pendidikan Tinggi bidang Informatika telah mencantumkan matakuliah Rekayasa Perangkat Lunak sebagai salah satu matakuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa tingkat sarjana. Untuk itu, mulai tahun ketiga, mahasiswa telah diperkenalkan secara teoritis tentang ilmu-ilmu RPL. Akan tetapi sampai saat ini kesenjangan antara teori yang didapatkan dengan aplikasinya di dunia nyata masih cukup besar.

Untuk memperkecil kesenjangan antara teori dan praktik terhadap ilmu-ilmu RPL tersebut diperlukan satu tahap pemahaman lagi yaitu pengetahuan praktis untuk membangun suatu perangkat lunak. Tahap pemahaman tersebut dapat diperoleh melalui pemberian matakuliah ‘Projek Perangkat Lunak' yang berisi praktik-praktik pembangunan perangkat lunak dengan kasus nyata yang dihadapi oleh para pelaku di lapangan (baca: industri). Matakuliah tersebut bertujuan untuk menghilangkan kesenjangan antara teori di kuliah dengan aplikasinya di lapangan. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan modus pengajaran yang baru, yaitu adanya interaksi antara mahasiswa, pengajar, dan pihak industri secara langsung dalam memecahkan persoalan-persoalan dari pihak industri.

Disamping itu, diperlukan sarana pokok berupa standard dokumentasi yang baku, mudah, dan cocok digunakan baik oleh mahasiswa di kuliah, maupun oleh pihak industri yang memerlukannya. Dengan adanya standard dokumen tersebut, pihak pengembang dapat melaksanakan kegiatan RPL dengan lebih mudah, dan pada akhirnya budaya untuk menerapkan praktik RPL yang benar dalam pengembangan perangkat lunak akan terwujud.

Tulisan ini berisi gambaran umum penyelenggaraan kuliah berarah projek (dalam hal ini kuliah Projek Perangkat Lunak) berdasarkan pengalaman penulis yang pernah terlibat selama empat tahun pertama penyelenggaraan kuliah ini pada Departemen Teknik Informatika ITB yang mulai diselenggarakan sejak tahun ajaran 1998.

Kata kunci : Rekayasa Perangkat Lunak, Projek Perangkat Lunak.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j24068535.v2i2.a291

Refbacks

  • There are currently no refbacks.